Kecantikan adenium bisa hilang seketika gara-gara serangan jasad pengganggu.
Aneka kutu dan cendawan menjadi musuh utamanya. Di sini kami mengajak pembaca
untuk mengenali karakter, gejala, dan cara penanggulangan hama dan penyakit.
Cegah, atasi sesegera mungkin.
A. Hama
Adenium memiliki musuh bebuyutan yang menyerang di semua tahap pertumbuhan.
Beberapa diantaranya menyerang sejak distadia larva sampai dewasa. Ia bisa menyerang
seluruh bagian tanaman: akar, umbi, daun, pucuk, bunga. Akibat serangan, jelas
adenium tidak tampil prima. Bahkan kalau dibiarkan, lama kelamaan akan mati.
Untuk menanggulangi serangan itu, tersedia 2 jenis insektisida:
Insektisida kontak,efektif jika hama langsung
terkena semprotan. Ini berarti penyemprotan harus dilaksanakan bersamaan
dengan kehadiran pathogen itu agar bisa mengenainya. Ini kerap kali menjadi
masalah karena saat penyemprotan hama itu berada di tempat lain. Setelah
pengaruh penyemprotan hilang, ia akan dating kembali. Untuk mengatasi hama
lincah; itu bisa disemprotkan insektisida sistemik.
Insektisida sistemik adalah pestisida yang
bahannya langsung masuk ke jaringan tanaman. Hama yang menggigit bagian
tanaman atau menyerap cairan akan teracuni. Insektisida ini juga digunakan
untuk mengatasi hama yang terlindung. Misalnya hama yang masuk ke dalam
jaringan tanaman, atau sela-sela umbi, missal ulat penggorok batang. Selain
itu, ia juga digunakan untuk memberantas hama yang mempunyai pelindung,
missal lapisan lilin, bulu-bulu halus, atau kerapas. Residu insektisida
itu masih tetap di sana selama beberapa hari dan akan segera terurai dalam
beberapa hari berikutnya. Jika dalam selang waktu itu ada hama yanag menggigit,
mengisap atau menggorok salah satu bagian tanaman, ia akan matio keracunan
atau karena lambungnya rusak oleh pestisida.
1. Ulat Lepidoptera
Karakter hama
menyukai daun muda
Larva berukuran panjang 9 mm, cepat bereaksi/bergerak bila disentuh
Telur yang belum menetas diletakan di bagian bawah daun. Telur dan pupa
sulit diberantas karena dibungkus oleh khitin.
Memakan helai daun mulai dari ujung, jika tidak segera dikendalikan
maka tanaman akan merana.
Gejala
Daun mudah robek dari pinggir
Pengendalian
Jika serangan masih sedikit 2-5 ulat, ambil dan segera musnahkan. Gunakan
larvisida yang bisa mematikan ulat, misalCuracron dan Dimekro. Ovisida
bisa membunuh telur
Apabila serangan mengganas, semprotkan insektisida kontak berbahan aktif
traizofos, deltametrin, ecabakmetin seperti hostathion 200 ec, decis 2,5,
dan agrimec 18 EC
2. Kepik(stink bugs)
Karakter hama
Nimfa dan imagonya merusak polong dan biji dengan cara menusuk kulit
polong dan biji, kemudian mengisap cairan di dalam
Kerusakan yang ditumbulkan tergantung frekuensi tusukan dan umur biji
atau polong yang terserang
Biasanya diikuti oleh serangan jamur yang masuk ketika serangga mengisap
cairan biji
Gejala
Serangan pada polong muda menyebabkan biji kempis, dan gugur
Serangan pada fase pengisian polong menyebabkan biji menghitam dan busuk
Pada polong tua ditandai dengan bintik-bintik hitam pada biji atau kulit
biji menjadi keriput.
Pengendalian
Jika jumlahnya masih sedikit, cukup ditangkap dan langsung dimusnahkan.
Pengendalian kimiawi dengan menggunakan insektisida berbahan aktif
endusulfan, deltamerin seperti insektisida thoidan 20 wp dan decis 2,5
Tungau berukuran kecil berwarna merah atau kuning muda.
Musuh terbesar tanaman adenium
Membuat sarang seperti jarring laba-laba di bagian bawah dan ketiak
daun. Terutama adenium yang memiliki jenis daun yang berbulu
Cepat berkembang pada tanaman yang diletakan di temapt teduh, lembap,
dan kurang sirkulasi udaraTungau berukuran kecil berwarna merah atau kuning
muda.
Musuh terbesar tanaman adenium
Membuat sarang seperti jarring laba-laba di bagian bawah dan ketiak
daun. Terutama adenium yang memiliki jenis daun yang berbulu
Cepat berkembang pada tanaman yang diletakan di temapt teduh, lembap,
dan kurang sirkulasi udara
Gejala
Muncul titik nopda berwarna merah kecoklatan di permukaan daun. Daun
pucat dan layu, mengerut, lama- kelamaan rontok satu persatu
Kuncup bunga rontok
Lebih banyak menyerang saat pergantian musim
Pengendalian
Pengendalian mekanis: letakan adenium di tempat yang terkena sinar matahari
penuh. Jika sudah terlanjur terkena, cepat isolasi dan jauhkan dari tanaman
sehat
Pengendalian kimiawi: gunakan akarisida berbahan aktif propargit, dikofol,
atau tetradifon seperti omite 570EC, kalthane 200 EC, dan tedion 75 EC.
Setelah disemprot tanaman akan menggugurkan daunnya. Daun yang baru akan
segera tumbuh menggantikan
4. Thirps(thrips palmii)
Karakter
Berukuran kecil, seperti kutu berwarna hitam dan lincah bergerak
Hama akan mengisap cairan tanaman
Larva bersarang pada kuncup bunga dan daun
Pupa berkembang pada tanah lembab dan berlumut
Termasuk vector penyebaran virus
Gejala
Kuncup bunga membengkok lalu gugur.
? Jika sampai mekar bentuk bunga menjadi tidak normal
Gugur daun
Pengendalian
Jika mendapati kuncup bunga yang tumbuh tidak normal segera petik dam
musnakan(dibakar atau dikubur). Di dalam kuncup bunga sering terdapat
larva thrips yang bisa berkembang jika tidak segera dimusnakan
Pengendalian kimiawi: dengan menggunakan inteksida berbahan aktif abamektin,
methiokarb,imidaklorpid, diafentiuron seperti agrimex, mexurol, confidor,
dan Pegasus. Dosis yang digunakan cukup 1 ml/liter air untuk insektisida
berbentuk cair dan 1 gr/liter air untuk inektisida berbentuk serbuk.
5. Fungus Gnats
Karakter hama
Lalat kecil dipetra 2 sayap
Larva berukuran kecil, berwarna bening dan berkepala hitam.saat dewasa
seperti nyamuk berwarna hitam.
Banyak menyerang kuncup bunga
Hama berkembang biak di tempat lembab(di bawah pot tanaman) atau di
media tanam
Gejala
Muncul Bercak coklat dikuncup bunga. Bunga gagal mekar dan mongering.
Jika serangganya ringan bunga tetaop bisa mekar, tetapi bentuknya menjadi
abnormal
Pengendalian
Hampir mirip dengan thrips, jika menjumpai kuncup bunga membengkok atau
tidak normakl segera musnakan(dikubur atau dibakar)
Pengendalian kimia: dengan menggunakan insektisida berbahan aktif dianizon
seperti tiagard 75 WP. Dosis pemakaian 1 ml/liter air. Selain pada tanaman,
penyemprotan juga dilakukan dipermukaan media tanam, di bawah pot atau
rak tanaman, atau tempat lembap di sekitar tanaman
6. Kutu putih(Mealy bug)
Karakter hama
Hama mudah terlihat , berbentuk seperti kutu putih dengan serbuk tepung
ditubuhnya.
Tubuh dilapisi lilin yang tampak seperti kapas
Muncul dan berkembang pesat saat kondisi lingkunag dan tanaman lembap,
dipergnatian musim.
Mengeluarkan cairan mansi seperti madu yang mengundang kehadiran embun
jelaga,. Permukaan daun seperti tertutup jelaga hitam. Embun jelaga ini
menghlangi proses fotosintesis daun
Gejala
Hama menyerang pucuk tanaman, ketiak daun, bunga, dan batang tanaman
Pertumbuhan tanaman terhambat
Terdapat bintik-bintik hitam disekitar permukaan daun
Pengendalian
Hama ini menyukai tempat yang lembap, karena itu jika ditemui gejala
segera renggakan jarak antaratanaman agar sinar matahari bisa masuk.
Secara kimiawi dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif diafentiuron,
dan klopirifos seperti Pegasus dan Dursban
B. Penyakit
Pada musim hujan penyakit adalah musuh utama adenium. Mengapa?? saat itu lingkungan
amat lembab, kondisi yang disukai penyakit untuk berkembang biak.Contohnya phomopsis.
Penyakit yang disebabkan oleh jamur itu,mampu membuat tanaman jadi gundul. Ada
3 golongan besar penyakit. Yakni yang menyebabkan layu, busuk, dan bercak. Biang
keroknya adalah cendawan, bakteri dan virus.
Berikut penyakit yang menyerang Andenium:
1. Phomopsis
Karakter
Disebabakan oleh organisme jamur.
Menyerang permukaan daun yang cekung
Gejala
Muncul bintik-bintik coklat di permukaan daun.
Semakin lama bintik semakin melebar dann daun menguning, dan akhirnya
rontok.
Pengendalian
Musnahkan segera daun yang sudah terkena gejala
Hindari penyiraman langsung pada tanaman. Jika ingin menyiram langsung
pada daun, lakukan pada pagi hari saat sinar matahari penuh sehingga permukaan
daun segera mongering.
Jaga kebersihan lingkungan terutama pada musim
hujan. Segera singkirkan daun dan bunga yang sudah rontok, jangan biarkan
menumpuk dan melapuk disekitar tanaman.
Pengendalian kimiawi gunakan:fungsida berbahan
aktif mankozeb, klorotalonil, dann kaptan seperti Manzate danconil, dan
ortohicide dosis 1gr/liter air
2. Busuk Pangkal batang (caudex rot)
Karakter
Disebabkan oleh bakteri erwina sp
Pada awal serangan batang akan berwarna kekuningan,
lama kelamaan menjadi coklat tua dan busuk.
Gejala
Batang berubah warna menjadi coklat atau hitam
dan mengeluarkan bau tak sedap
Pengendalian
Pengendalian mekanis: Jika bagian tanaman yang
terkena masih terbatas dan bisa diatasi denagn mencabut tanaman dan memotong
bagian yang terkena. Lebihkan 5-10 cm di atas area yang busuk. Watu putih
mengatasi penyakit itu dengan menyemprotkan biosentri dengan dosis anjuran.
Lakukan 2-3 hari masing-masing sekali. Bisa pula dikombinasi dengan fungsida
untuk mencegah perkembangan jamur. Setelah itu tanaman di gantung dan
diangin anginkan selama 2 minggu – 1 bulan
3. Busuk Akar
Karakter
Disebabkan oleh nematode
Gejala
Gejala hamper mirip dengan busuk pangkal batang
oleh bakteri. Sepintas batang terlihat sehat, tapi jika dipegang terasa
lunak. Kulit batang mengeriput karena jaringan tanaman diserang. Nematode
pertama kali menyerang bagian akar.
Lama kelaman daun akan menguning dan gugur.
Pengendalian
Gunakan insektisida atau nematisida berbentuk butiran
seperti furudan 3G untuk pencegahan.
Jika akar sudah terlanjur terserang, buanglah semua
kar serabut dan bagian yang membusuk. Rendam akar hingga pangkal akar
selama ½ jam di larutan nematisida. Lalu angkat dan angina-anginkan
dengan cara digantung. Satu hingga dua minggu kemudian, tanam di media
baru. Jiak serangan di pangkal batang sudah parah, potong puncuknya untuk
disambung lagi ke batang baru.
4. Rebah Bibit (Seedling damp off)
Karakter
Disebabkan oleh cendawan Rhizotonia sp
Cendawan menyerang bibit yang baru pindah tanam
dari persemaian.
Pathogen menyebar melalui tanah dan air yang terkontaminasi
Patagon dapat hidup dan bertahan lama di dalam
tanah.
Gejala
Serangan pada Pangkal batang Adenium yang baru
berkecambah sehingga menyebakan tanaman rebah
Selain disebabkamn oleh cendawan, rebah bibit
juga bisa terjadim akibat ketidak hati-hatian saat pemindahan bibit. Untuk
mencegahnya tempatkan bibit secara tunggal dalam pot berukuran agar besar
sehingga pemindahan bisa dilakukan saat bibit sudah kuat.
Pengendalian
Bibit sakit sebaiknya segera dibuang dan dibakar
agar tidak menjadi sumber inokulum.
Jika belum parah, kumpulkan semua tanaman sakit
lalu semprotkan fungsida dengan frekuensi 1-2 minggu sekali
5. Fusarium (layu pucuk)
Karakter
Disebabkan oleh cendawan
Menyerang pucuk tanaman
Penyebaran berlangsung sangat cepat
Gejala
Pucuk tanaman membusuk tetapi tidak berbau jika
dicium
Pengendalian
Pengendalian mekanis: karena sifat penyebarannya
yang sangat cepat dianjurkan untuk memangkas bagian yang terkena. Oleskan
fungisida pada luka potongan.
Pengendalian kimia: dengan aplikasi fungsida berbahan
aktif mankozeb, klorotalonil dan kaptan seperti manzate, deconil, dan
orthocide.
C. Serangan Virus
Karakter
Serangan virus menyebabkan perubahan bentuk, warna, dan ukuran tanaman.
Sekali terserang virus tanaman akan selamanya sakit. Tidak ada obat yang
bisa mengendalikan virus. Pengobatan inin hanya bersifat pencegahan agar
tidak menular ke tanaman lain.
Penularan virus bisa melalui vector serangga, cendwan, benih, atau bahan
pembiakan vegetatif
Gejala
Daun menunjukan bentuk(mengeriting, kerdil dan rontok) dan warna(daun bergaris
kuning serta muncul bersak-cak bulat berwarna hitam di bawah permukaan daun).
JIka virus sudah menjalar ke bagian bunga, maka akan tampak bercak-cak
berwarna di sepal dann petal bunga, warna memudar, ukuran mengecil, dan
mudah rontok.
Pengendalian
Jaga kebrsihan lingkungan, termasuk pekerja dan alat alat berkebun.
Virus bisa menyebar melalui alat bekas memangkas tanaman sakit.
Kendalikan hewan vector, seperti kutu daun dengan inteksida.
Semprot tanaman dengan pestisida dengan bahan aktif berbeda secara berseling-seling.
Tujuannya untuk mencegah hama menjadi kebal. Penyemprotan dilakukan dengan
nosel yang benar. Pakai nosel dengan daya pancar kerucut. Ini bisa dilakukan
denagn memutar nosel di ujung sprayer kea rah kiri. Dengan bentuk kerucut
itu, larutan pestisida menyebar dalam bentuk butiran sangat halus dan
bisa masuk ke sela-sela daun tanaman sampai ke cela-cela dinding. Butiran
halus itu jauh lebih efektif di bandingka butiran besar, yang ditandai
dengan terlalu basanya daun. Daun tidak perlu basah kuyupm oleh pestisida.
Penelitian membuktikan, 70 butiran/cm sudah sangat efektif melakukan ataupun
merusak. Penyemprotan dilakukan kedaun dan bunga.
untuk informasi lebih lengkap tentang penyakit adenium silahkan klik myadenium.com
Warning: mysql_num_rows(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in /home/flora/public_html/mod/poll/poll_functions.php on line 49